Sedikitnya 200 peserta Celebes Touring /harley Davidson Clud Indonesia (HDCI) tanggal 27 Juni 2011 berangkat ke Tanatoraja pada pukul 08:00 waktu setempat ,kami di lepas langsung oleh Kapolda Sulsel di depan Benteng Roterdam.
Rombongan dipinping langsung oleh Walikota Makassar Ilham Arif.S. Rombongan tersebut berangkat dari makassar melewati rute camba, soppeng, sengkang, sidrap dan finis tana toraja. Di camba rombongan kami melewati jalan yang terjal dan berkelok dengan kecepatan kurang lebih 100 Km/Jam menyebabkan salah satu peserta dari rombongan kami menabrak torotoar yang ada dipinggir jalan. Sungguh tragis karna motor tersebut hancur dan saya tau harga perbaikan motor tesebut bisa selangit, walau pun sang pengendara hanya mengalami dislokasi pada bagian lengan saya tau dia sangat beruntung masih hidup jatuh dengan kecepatan tersebut.
Setelah rombongan memasuki wilayah soppeng hujan deras turun memaksa sebagian dari peserta singgah untuk berteduh , tapi sebagian peserta melaju tampa memperdulikan hujan, dan kenekatan dari peserta terbayar dengan salah satu peserta rombongan tergelincir sampai harus ditangani di Puskesmas setempat.
Dari kabupaten soppeng rombomgan menuju kabupaten Sengkang dan di kota sengkang kami beristirahat dan mengisi perut lalu melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sidrap dan enrekang sambil menikmati rute yang indah dan mengasikkan, dan kami tiba di tanah toraja pada malam hari sungguh perjalanan yang melelahkan bagi saya.
Pada malam itu kami bermalam di salah satu hotel yang ada di kota Rantepao sampai saya berpikir bahwa kota tator hanya seperti ini, hanya suasana dingin pada malam hari, kenapa para wisatawan selalu mau mengunjungi tempat ini . bukankah kota ini tidak beda dengan kota lain yang ada di sulsel, tapi malam itu pertanyaan itu terlintas hanya sesaat karna selanjutnya saya terlelap ditengah dinginya tanatoraja.
Keesokan harinya kami mengunjungi beberapa acara pemakaman adat yang di adakan pada hari tersebut sungguh mengagumkan acara tersebut bagi kami yang baru melihat acara seperti itu, tapi dalam benak saya pribadi bertanya bukankan acara ini menelang biaya yang sangat banyak. Acara pamakaman seperti ini bisa membuat keluarga yang ditinggalkan menjadi jatuh miskin karna besarnya pengeluaran. Tapi itu adalah adat dan kepercayaan yang mereka miliki yang patut kita hargai.
Pada acara tersebut saya melihat salah satu hewan khas sulawesi (anoa) yang menurut warga akan ikut disembelih pada acara tersebut. Kembali dalam benak saya bertanya bukankah ini salah satu hewan yang dilindungi, tapi sekali lagi itu bukan urusan saya karna kalau itu merupakan persyatan yang wajib bagi mereka, mereka pasti akan mempertahankan binatan tersebut dari kepunahan.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
